Th Emotional Politics of Racism by Paula Loanide


Buku ini ditulis oleh Paula Loanide dan membahas tentang isu-isu rasisme serta pembahasan secara mendalam terkait permasalahan rasisme struktural. Buku ini terdiri atas 289 halaman. The Emotional Politics of Racism: How Feelings Trump Facts in an Era of Color Blindness diterbitkan oleh Stanford University Press di Standford, California.

Dalam ilmu sosial, terdapat kelangkaan ilmu yg menghubungkan politik emosi menggunakan politik rasisme. Karya Paula loanide pada The Emotional Politics of Racism: How Feelings Trump Facts in an Era of Colorblindness menaruh donasi yg signifikan buat mengisi kesenjangan ini menggunakan memperlihatkan cara-cara pada mana emosi memperkuat rasisme struktural & institusional. Dengan proyek ini, beliau beropini bahwa kita perlu mengenali perasaan publik menjadi mata uang pada ekonomi emosional, sebuah metafora yg menangkap perasaan masyarakat mengenai investasi pada subordinat & kekerasan gender & rasial, yg diekspresikan melalui keinginan politik, kesenangan, ketakutan, atau kecemasan. Dengan serius dalam impak emosi dalam debat politik, Loanide mengajak kita membuat pertimbangan bagaimana mencapai keadilan rasial & gender secara lebih efektif saat para skeptis & penentang mengabaikan atau menyangkal berita ilmiah sosial yg sudah dikumpulkan menggunakan hati-hati selama beberapa dasa warsa penelitian. Ketika penulis dengan cerdik membingkai pembahsan permasalahan rasisme, masalahnya adalah, sayangnya, berita itu sendiri menghilangkan stereotip. Ini lantaran emosi membentuk "rasa realitas" kita & mendukung ideologi rasial & gender. Oleh karna itu, Loanide menolak asumsi bahwa hanya mengumpulkan lebih pola data untuk menyangkal ihwal neoliberal, rasis, & seksis terkini yg menyalahkan gerombolan  yg paling terpinggirkan atas subordinat mereka akan efektif menggunakan sendirinya. Sebaliknya, dia beropini secara persuasif bahwa ilmu & praktik anti-rasis & feminis perlu memasukkan pengetahuan mengenai emosi dan mengungkapkan bobot fantasi ideologis untuk menciptakan realitas. Dia mencirikan bukunya pada judul, yg pula mengindikasikan struktur teks waktu beliau menyasar empat perkara dimana keterikatan emosional dalam stereotip rasis disusun melawan gerombolan minoritas. Saat beliau meliput bidang luas yg ditetapkan pada perkara-perkara ini, narasinya sensitif, mengharukan, & tentu saja menjengkelkan.

Comments