Review Buku: CARA BERSIKAP TEGAS DALAM SEGALA SITUASI oleh Sue Hadfield & Gill Hasson
Hello guys!!
Aku mau cerita sedikit tentang Bab 1 dari sebuah buku yg udah aku baca. It's kinda touching, saya merasa buku dengan 289 halaman ini meski sudah membahas sesuatu yang seharusnya ada dalam daily basis, tapi tetep ada new points loh.
So, without any further due!
Bagian 1:
Buku ini mendefinisikan bersikap tegas sebagai pendekata yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan diri dengan memberitahukan pada orang lain tentang apa yang kita inginkan dan tidak inginkan dengan cara yang lugas dan percaya diri dengan memperhitungkan posisi orang lain dan juga posisi diri sendiri. Sehingga sikap tegas sangat berbeda dengan sikap pasif maupun agresif yang hanya mementingkan orang lain.
"Sikap tegas bukanlah berteriak, mengancam, atau bertindak sekehendak hati karna itu adalah sikap agresif. Berdiam diri dan menuruti kemauan orang lain pun bukanlah pilihan yang selalu baik karena itu adalah sikap pasif"
Bersikap Tegas
Dalam bersikap tegas, kita punya hak untuk memberitahukan apa yang kita rasakan ataupun untuk tidak memberitahukannya pada orang lain. Sebagai individu kita punya hak untuk dapat menerima kritik tanpa harus diselimuti rasa takut akan membuat orang merasa tidak nyaman/marah/sedih ataupun rasa takut terhadap sebuah konflik dan juga siap menerima konsekuensi dari pilihan yang dibuat.
Bersikap tegas juga berarti seseorang tidak harus membuktika apa pun, tapi tidak pula menerima begitu saja jika orang berperilaku semena-mena terhadapnya. Jadi, dalam bersikap tegas seseorang akan berada dalam batasan untuk membela haknya dari perbuatan semena-mena orang lain.
Namun, bukan berarti ketika bersikap tegas kita tidak perduli terhadap pendapat orang lain. Membuka diri pada pandangan orang lain juga termasuk sikap tegas dimana kita tidak berusaha untuk menguasai orang lain dan tidak pula takluk pada pendapatnya. Sehingga dengan keputusan yang dibuat sendiri orang yang tegas tidak menyalahkan orang lain atas konsekuensi yang diterimanya.
Agresif
Seseorang yang agresif adalah seseorang yang mengekspresikan pendapatnya dengan cara mengancam, memaksa, dan mengabaikan orang lain. Dalam sikap ini, jika tujuannya tak tercapai biasanya seseorang tersebut akan marah dan mengambil jalan permusuhan. Daripada bersikap jujur, sikap ini akan menunjukan sikap kasar, sarkastik, dan cenderung menyalahkan orang lain.
Dalam persfektifnya, orang agresif cenderung melihat segala situasi sebagai kompetisi menang-kalah. Sehingga ia akan selalu berusaha menang dan dalam berkomunikasi sangat tidak baik karena hanya terbentuk komunikasi satu arah dalam menyampaikan keinginan pribadi tapi tidak mendengarkan pendapat orang lain.
Sikap ini cenderung ingin mendominasi, menyela orang lain, dan mengabaikan batasan pribadi orang lain. Orang ini selalu melihat dunia sebagai tempat yang penuh dengan persaingan dan selalu berusaha memaksakan kehendak pribadi.
Pasif
Sikap ini adalah sikap yang memendam, menyembunyikan, dan tidak mengutarakan pendapat, perasaan, dan keinginan pribadi terhadap orang lain.
Seorang yang pasif akan sangat mudah dikuasai dan didominasi oleh orang lain karena tidak bisa memberitahukan apakah dia setuju atau tidak setuju terhadap perkataan orang lain sehingga ia membiarkan orang lain menentukan apa yang seharusnya tidak seharusnya dilakukan.
Orang-orang seperti ini cenderung menghindari konflik yang mungkin terjadi jika menolak pendapat orang lain atau takut mengecewakan orang lain jika mereka mengutarakan pendapatnya. Namun, sikap seperti ini akan sangat buruk karena bisa disalah artikan sebagai sikap menyetujui dan tidak membiarkan orang lain tahu masalah pribadinya dan juga cenderung dimanfaatkan oleh orang lain.
Orang ini juga akna cenderung menyimpan perasaan tidak enak dan akan selalu menyalahkan orang lain dan merasa kecewa atas hubungan yang dibuatnya dan juga merasa bahwa dunia aalah tempat yang sangat menakutkan dan tidak mau menerima pendapatnya.
Pasif-agresif
Orang pasif-agresif adalah orang-orang yang cenderung memanfaatkan situasi. Mereka akan bersikap agresif untuk memenuhi keinginannya dalam memaksa orang lain dan memberi sikap pasif untuk menolak permintaan orang lain. Orang-orang ini cenderung bersikap terbuka dengan sarkastik yan tajam untuk menyatakan ketidak sukaannya pada orang lain misalnya dengan mendiamkan orang lain/memberi tatapan merendahkan, sedangkan ketika ia harus memenuhi permintaan orang lain ia cenderung memberi alasan lupa dan membuat dirinya seolah-olah sedang dirundung masalah yang sangat besar.
Ia cenderung merasa dunia adalah tempat yang tidak adil, menghindari tanggung jawab serta menyalahkan orang lain atas masalahnya.
Dalam buku ini penulis memberi pertanyaan menohok "Jika bersikap tegas adalah sikap paling efektif & postif, mengapa kita berperilaku dengan cara yang tidak efektif dan negatif?"
To be continued...
bagian 2
Comments
Post a Comment